Ingatkah masa dimana Anda belajar berdiri disaat masih kecil? Disana Anda dituntun oleh orang tua Anda. Di saat itu Anda hanya bisa tersenyum meskipun Anda sangat kepayahan dengan kaki yang belum cukup kuat untuk menopang berat tubuh. Sering kali Anda terjatuh. Namun Anda bangkit lagi. Jatuh, bangkit lagi. Dan seterusnya. Dengan semangat yang ada dalam diri Anda. Karena Anda tahu, Anda tidak sedang sendiri. Ada ayah dan bunda di samping Anda. Meskipun Anda mengalami kegagalan terus menerus, tanpa kenal putus asa, Anda pun terus dan akan terus mencobanya sampai Anda bisa melakukannya.
Setelah Anda sudah bisa berdiri, tahap berikutnya Anda belajat melangkahkan kaki. Selangkah demi selangkah. Sama halnya dengan sebelumnya, Anda tidak patah arang. Mungkin belum terpikir oleh Anda seberapa jauh saat itu Anda ingin melangkah. Yang jelas yang Anda tau saat itu Anda hanya ingin melakukan langkah pertama terlebih dahulu. Memang, jalannya tidak mulus. Tapi Anda percaya bahwa Anda bisa.
Cerita di atas memang cerita klasik bagi kita semua, namun banyakkah diantara kita yang memaknai serta terilhami oleh kisah tadi. Sudah sepatutnya kita menanamkan sikap tersebut pada diri kita sendiri.
Setelah Anda sudah bisa berdiri, tahap berikutnya Anda belajat melangkahkan kaki. Selangkah demi selangkah. Sama halnya dengan sebelumnya, Anda tidak patah arang. Mungkin belum terpikir oleh Anda seberapa jauh saat itu Anda ingin melangkah. Yang jelas yang Anda tau saat itu Anda hanya ingin melakukan langkah pertama terlebih dahulu. Memang, jalannya tidak mulus. Tapi Anda percaya bahwa Anda bisa.
Cerita di atas memang cerita klasik bagi kita semua, namun banyakkah diantara kita yang memaknai serta terilhami oleh kisah tadi. Sudah sepatutnya kita menanamkan sikap tersebut pada diri kita sendiri.

0 komentar:
Posting Komentar